Senin, 17 November 2014

INGIN MENJADI DOKTER ANAK

Saat aku playgroup, aku terkena sakit cacar. Aku terkena cacar saat ada manasik haji. Aku sangat sedih. Aku tidak bisa ikut manasik haji karena terkena cacar. Keesokannya, aku diperiksakan di rumah sakit “Rachmi Dewi”. Dan aku diperiksa oleh dokter laki-laki yang biasa dipanggil dokter Boy. Dokter Boy adalah seorang dokter spesialis anak. Saat nomerku dipanggil aku masuk ke ruang periksa.
Sampai di ruang periksa, pertama-tama aku ditimbang berat badannya dulu lalu disuruh oleh perawat untuk berbaring di kasur. Aku langsung berbaring di kasur tersebut dan aku diperiksa oleh dokter Boy. Setelah diperiksa aku diberi oleh dokter Boy sebuah stiker yang amat bagus. Aku berkata, “Terima kasih Dok...”. Lalu dokter menjawab, “sama-sama dik...”. Lalu aku keluar dari ruang periksa tersebut.

Setelah itu ibuku membayar biaya pemeriksaan di kasir. Aku menunggu di kursi dengan bapakku. Tidak lama aku menunggu ibu. Setelah itu aku pulang ke rumah. Keesokan harinya cacarku berkurang, dan aku agak senang. Dan aku sembuh saat besok lusanya. Setelah sembuh aku diajak makan ke Mc Donald. Keesokannya aku sudah mulai masuk sekolah. Dan sekarang saat adikku sakit panas, adikku ditolong oleh dokter Boy.

Pas aku kelas 3 SD aku juga diperiksa lagi oleh dokter Boy. Katanya aku kena skibala. Aku susah buang air besar. Aku disuruh ke rumah sakit semen gresik untuk dirontgen. Setelah dari rumah sakit semen gresik kembali lagi ke dokter Boy untuk diberi obatnya.

Setelah kejadian semua itu aku ingin menjadi dokter anak yang baik seperti dokter Boy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar