Senin, 24 Agustus 2015

MENDENGAR DAN MENGETAHUI ALAT MUSIK TRADISIONAL



Pada hari Minggu saat bulan Ramadhan kemarin, aku beserta keluargaku pergi ke Malang. Sebenarnya kita pergi ke Malang untuk menjenguk tanteku yang sedang kuliah disana. Kita juga pergi ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Saat kita berputar-putar mengelilingi UMM, terlihat ada banner yang bertuliskan nanti malam ada seorang kyai yang berkomedi.



Setelah puas berfoto-foto dan berkeliling kita langsung menuju MATOS untuk berbuka puasa  sambil jalan-jalan. Kami keluar MATOS sekitar jam 8. Setelah dari MATOS kami langsung menuju UMM. Sampai di UMM acaranya sudah dimulai. Setelah bapakku memarkir mobil baru kita menuju ke dekat panggung. Saat perjalanan ke dekat panggung, terdengar suara alat musik tradisional yaitu gamelan. Karena jalanannya macet, jadi kita harus jalan dengan pelan-pelan. 


Akhirnya sampai juga, kami sudah ditunggu  sama temannya bapakku.  Disana kita duduk di tanah yang berpaving, jadi disana banyak yang menjual alas. Temannya bapakku membeli 6 alas. Harga alasnya Rp 5.000 dapat dua. Dan kita menggelar alas itu dan kita pun duduk dengan menikmati suara gamelan dan makan dan minum. Suara gamelan itu sudah tidak ada dan yang ada kyai itu berdakwah sambil berkomedi. Aku menunggu-nunggu suara gamelan itu lagi, tapi kyai itu masih berdakwah jadi aku izin ibuku untuk berkeliling-keliling karena aku sudah mulai bosan. Aku mengajak tanteku untuk berkeliling-keliling. 


Saat aku berkeliling aku melihat ada yang berjualan gantungan kunci yang lucu. Jadi aku kembali ke ibuku untuk meminta uang. Aku diberi uang ibuku Rp 10.000. Aku pun kembali ke penjual itu. Aku bertanya harga gantungan kunci itu. Harga gantungan kunci itu Rp 10.000 per gantungan. Jadi aku hanya membeli satu, tapi aku ingin beli 3 jadi aku kembali ke ibuku untuk meminta uang lagi. Untung aku dikasih. Aku beli 2 gantungan kunci lagi. Karena aku sudah membayarnya jadi aku kembali lagi ke tempat aku duduk lagi. Saat aku duduk, aku mendengar lagu yang diiringi suara gamelan. Aku senang sekali saat mendengarnya. Karena makin malam makin dingin jadi kami pulang. Kami pulang jam 23.00. Aku mengantarkan tanteku ke kos-kos anya dulu baru kami  pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar